Danau Napabale, Panorama Raja Ampat di Pulau Muna
Foto : Danau Napabale, by Arman/MUNABANGKIT.COM

Danau Napabale, Panorama Raja Ampat di Pulau Muna

Setelah Anda sampai di Kabupaten Muna dan sejenak melepas lelah dengan menikmati keindahan kota Raha, maka saatnya Anda bersiap untuk menjelajahi satu demi satu obyek wisata yang ada di Kabupaten Muna. Destinasi wisata prioritas yang yang harus Anda kunjungi adalah Danau Napabale. Mengapa Danau Napabale?

Danau Napabale merupakan danau yang sangat unik dan indah. Danau ini terasa sangat unik, karena dengan berwisata ke Danau Napabale, Anda seperti mengunjungi dua destinasi wisata sekaligus, wisata danau dan pantai. Mengapa demikian? Karena di Danau Napabale terdapat sebuah terowongan alami dengan panjang 30 meter dan lebar 9 meter. Terowongan ini menghubungkan Danau Napabale dengan laut di selat Buton, selat yang menghubungkan pulau Muna dan pulau Buton. Terowongan ini akan tertutup dan tidak dapat dilalui pada saat air laut pasang. Pada saat air laut surut, terowongan akan terbuka sehingga dapat dilalui menuju laut dan pantai di sebelahnya. Oleh sebab itu, air danau terasa asin. Danau yang berasa asin mungkin hanya dapat dijumpai di Laut Hitam, yang sesungguhnya sebuah danau yang karena airnya asin, maka seringkali disebut sebagai laut.

Danau Napabale dikelilingi oleh bukit dan tebing yang tinggi dan terjal dengan berbagai tumbuhan yang hidup di atasnya, menjadikan panorama di danau ini semakin terasa indah dan sejuk. Di danau ini Anda bisa berenang, diving maupun snorkeling menikmati keindahan kehidupan di bawah danau yang berair hijau, jernih dan tenang. Terdapat 3 karang besar yang berbentuk seperti cawan di tengah danau ini. Ketiga karang tersebut ditumbuhi oleh tanaman liar dan menjadi lorong yang dihuni oleh jutaan spesies ikan laut di Selat Buton. Pemandangan Danau Napabale sendiri mirip dengan pemandangan yang dijumpai di Raja Ampat, di mana terdapat banyak batuan-batuan karang yang berdiri kokoh di sekitar danau.

Untuk dapat menyeberangi terowongan,tersedia perahu yang dikelola oleh masyarakat lokal. Perahu tersebut disewakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar danau yang bertindak sebagai pengemudi perahu dan juga sebagai pemandu wisata.

Di seberang Danau Napabale, setelah melalui terowongan akan dijumpai pantai berpasir putih. Di pantai berpasir putih ini pemandangannya juga tak kalah indah dengan pemandangan di Danau Napabale. Pantai ini juga ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berenang, bermain pasir, berjemur matahari maupun yang hanya menanti sunset.

Danau Napabale sendiri berjarak 15 km dari Kota Raha tepatnya di Desa Lohia, Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara. Untuk dapat mengunjungi Danau Napabale, dapat menggunakan transportasi laut melalui Pelabuhan Raha atau menggunakan transportasi udara melalui Bandara Sugimanuru yang dalam waktu dekat akan aktif kembali. Waktu yang diperlukan untuk sampai ke Danau Napabale dari kota Raha atau dari Bandara Sugimanuru kurang lebih 15 – 20 menit menggunakan mobil pribadi atau angkutan umum.

Foto : Danau Napabale, by Arman/MUNABANGKIT.COM

Fasilitas umum yang ada di Danau Napabale pun sudah cukup memadai dan menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi, bukan hanya para backpacker tapi juga wisatawan yang datang dengan anggota keluarga. Bahkan setelah menikmati keindahan Danau Napabale dan Pasir Putih di seberang terowongan, para pengunjung juga disuguhi aneka kuliner tradisional khas Muna yang memiliki cita rasa tinggi yang akan memanjakan para penikmat wisata kuliner.

Kelebihan Danau Napabale lainnya adalah bahwa di sekitar Danau Napabale pun terdapat tempat wisata lain yang tidak kalah menarik. Seperti Liangkobori, sebuah gua yang memuat lukisan purba yang diperkirakan berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Destinasi wisata Liangkobori ini akan dituliskan pada tulisan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *