Tradisi Kahuma di Muna, Potensi Wisata ala Subak di Bali
Foto : Sawah Terasering di Ubud, Bali

Tradisi Kahuma di Muna, Potensi Wisata ala Subak di Bali

Tradisi Kahuma merupakan kearifan lokal petani di Kabupaten Muna, yang mengatur tentang manajemen dan pola tanam secara tradisional. Kahuma tidak semata hanya mengatur masalah teknis pengaturan dan pola tanam semata, tetapi juga mampu memberikan manfaat baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Penerapan Kahuma yang dilakukan secara turun temurun ini mampu menjaga ketahanan pangan dalam keluarga petani dan sekaligus mengoptimalkan produktivitas lahan. Pengelolaan kahuma sangat mirip dengan penerapan subak di Bali yang menarik wisatawan domestik dan manca negera.

Jika Subak di Bali menawarkan pemandangan sawah yang indah dan telah menjadi salah satu tempat wisata di Ubud yang paling populer untuk wistawan mancanegara dan kalangan fotografer. Dikarenakan sawah di desa ini berbentuk terasering yang tersusun rapi. Sementara pengelolaan Kahuma oleh petani di Muna dilaksanakan di areal hutan rakyat milik petani yang dikombinasikan dengan tanaman pertanian, seperti jagung, nenas, jahe, lengkuas dan tanaman pangan lainnya. Lahan yang dimanfaatkan petani meliputi lahan-lahan yang berada di sela-sela jarak tanam di bawah tegakan pohon jati dan kelapa dan pepohonan lainnya.

Penerapan Kahuma yang berlangsung selama puluhan tahun ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas lahan melalui praktik agroforestry. Penerapan Kahuma atau agroforestry tradisional yang dilaksanakan oleh petani di Muna dapat mendukung kebijakan Pemda Kabupaten Muna dalam program pengembangan pariwisata yang dicanangkan saat ini dengan slogan Mai Te Wuna. Untuk itu, Kahuma perlu ditata pola tanamnya agar memberikan nilai estetika yang lebih indah.

Mencermati penerapan kahuma yang sudah sejak lama dilaksanakan oleh petani di Kabupaten Muna, dan keberhasilan penerapan Subak di Bali, maka sawajarnya Pemda Kabupaten Muna dapat mengembangkan kahuma dengan memanfaatkan tanaman pangan lokal Muna. Tradisi Kahuma yang merupakan kekhasan lokal Muna ini tentu akan menjadi salah satu destinasi wisata di samping destinasi wisata alam yang ada.

Pengembangan Kahuma dengan menggunakan komoditi pangan lokal Muna dan pola tanam yang rapi yang didukung oleh infrastruktur, sarana prasarana dan teknologi budidaya, maka secara otomatis Kahuma akan menghasilkan pemandangan yang indah dan unik serta akan berkontribusi optimal bagi industri pariwisata di Muna. Ke depan Pemda Muna dapat mengusulkan Kahuma ke Badan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *