Rusman Emba Mengingatkan Ajaran Lakilaponto

Rusman Emba Mengingatkan Ajaran Lakilaponto

Ada yang berbeda dari pergantian tahun 2016 di Kabupaten Muna pada Sabtu (31/12/2016) di pelataran depan rumah jabatan (Rujab) Galampa Kantolalo yaitu ditampilkannya teater musikal Lakilaponto. Bagi masyarakat Muna, nama Lakilaponto tentu tidak asing lagi. Acara teater musikal Lakilaponto yang menjadi salah satu acara dari berbagai rangkaian pergantian tahun 2016 dan menyambut tahun baru 2017 itu, mengingatkan masyarakat Muna akan Lakilaponto, Raja Muna ke VII yang mashur, kharismatik, panglima perang, pejuang, pembela rakyat kecil dan cerdas dalam bidang ketatanegaraan.

Persembahan teater musikal Lakilaponto sangat tepat ditampilkan kembali pada pergantian tahun baru di saat masyarakat Muna baru memiliki Bupati dan Wakil Bupati yang baru, Rusman Emba dan Malik Ditu. Lakilaponto berasal dari Muna (Wuna), dikenal sebagai Raja Muna VII dan pernah memerintah di Buton serta dinobatkan menjadi Raja Buton VI. Lakilaponto adalah putra Raja Muna VI, Sugi Manuru dengan Wa Tabupala. Setelah memerintah sekitar 3 tahun, Lakilaponto menyerahkan tahta kerajaan Muna kepada adiknya, La Posaso. Lakilaponto selanjutnya menuju Buton karena mendengar kerajaan Buton diserang oleh La Bolontio (Kapitan dari Banggai, Sulawesi Tengah sekarang). Singkat cerita, Lakilaponto berhasil mengalahkan La Bolontio dan kemudian dinobatkan menjadi Raja Buton VI.

Saat menjadi Raja Muna, Lakilaponto dikenal sebagai seorang pendekar, jenderal perang dan cerdas di bidang pemerintahan. Kehebatannya di bidang ketatanegaraan dibuktikan dengan kemampuannya menyatukan beberapa kerajaan di Sulawesi Tenggara, yang sebelumnya berseteru. Namanya terlukis indah di semua lembaran sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tenggara seperti di Kerajaan Muna, Kerajaan Buton (Wolio), Kerajaan Konawe dan Kerajaan Moronene. Dalam sebuah hikayat disebutkan bahwa setiap kerajaan yang ia kunjungi, Lakilaponto kerapkali mengalami pergantian nama tergantung pada pemberian masyarakat setempat. Misalnya di Kerajaan Konawe bernama Haluoleo, di kerajaan Moronene bernama Landolaki dan dikerajaan Buton dikenal Murhum. Sebutan Sultan Murhum adalah saat dimana Lakilaponto masuk Islam dan menobatkan dirinya sebagai Sultan Buton I dengan gelar Sultan Muhammad Isa Kaimuddin Khalifatil Khomis dan mengubah pemerintahan Buton menjadi kesultanan. Sejak itu, Islam berkembang pesat di Buton.

Lakilaponto mengakhiri masa pemerintahannya karena wafat pada tahun 1584 setelah memerintah sekitar 46 tahun, sebagai Raja Buton VI selama 3 tahun dan sebagai sultan Buton I selama 43 tahun. Lakilaponto merupakan tokoh besar yang berasal dari Muna.
Melalui suguhan teater musikal Lakilaponto, Rusman Emba dan Malik Ditu sepertinya ingin mengingatkan rakyat Muna akan ajaran-ajaran dasar dalam kehidupan bernegara seperti yang diajarkan Raja Sugi Manuru yaitu : Pobini-biniti kuli (saling tenggang rasa), Poangka-angka tau (saling harga-menghargai), poma-masigho (saling sayang-menyayangi) dan poadha-adhati (saling menghormati).
Keempat prinsip dasar di atas wajib dipahami dan dijalankan oleh setiap warga kerajaan Muna dalam hal ini termasuk juga Raja dan aparat kerajaan lainnya. Bupati Rusman Emba mengingatkan ajaran Sugi Manuru ini bagi dirinya sendiri, aparat birokrasi Muna dan masyarakat Muna umumnya. Lakilaponto juga menyebarluaskan konstitusi negara kerajaan Muna pada kerajaan-kerajaan yang dipimpinnya yaitu :

Hansuru-hansuru badha sumano kono hansuru liwu (biarlah badan binasa, asal negara tetap berdiri)

Hansuru-hansuru liwu sumano kono hansuru ahdati (kalaupun negara harus bubar adat tetap harus dipertahankan)

Hansuru-hansuru adhati sumano tangka agama (Kalaupun adat tidak bisa lagi dipertahankan, agama harus tetap ditegakkan)

Ajaran-ajaran Sugi Manuru dan Lakilaponto tersebut, sepertinya mewujud dan menjadi simbol dalam rangkaian acara Pergantian tahun Baru 2017 yang dihadiri ribuan masyarakat tersebut. Rusman Emba sebelumya meresmikan masjid Al-Munajat sebagai simbol kekuatan agama dan melakukan sholat maghrib berjemaah serta dzikir berjemaah. Peresmian masjid merupakan simbol upaya penegakan nilai-nilai agama di Kabupaten Muna. Masjid Al-Munajat yang selama 7 tahun mangkrak ini, saat ini sudah berdiri megah dan menjadi pusat aktivitas ibadah umat Islam Muna.

Pergantian tahun baru 2017 juga dilakukan dengan menggelar kesenian-kesenian tradisional yang merupakan simbol tegaknya adat istiadat Muna. Musik dan Tarian tradisional Muna selama ini meredup dan mulai ditinggalkan masyarakat tergantikan oleh kesenian modern dan budaya pop yang semakin massif masuk ke kabupaten Muna. Dengan penampilan tarian tradisional, Rusman Emba dan segenap jajaran Pemda Kabupaten Muna sepertinya ingin menjawab ajaran Lakilaponto yaitu mempertahankan adat istiadat dan tradisi Muna.

Melalui tema “Pesta cahaya Muna, pesta cahaya perubahan” Rusman Emba beserta Wakil Bupati dan SKPD sebelumnya juga meresmikan lokasi pedagang lapak, sekaligus menjadi tempat pesta rakyat digelar. Menariknya pembongkaran lapak dilakukan secara sukarela oleh para pedagang. Sebuah pendekatan humanis dan bersahabat dilakukan oleh Rusman Emba beserta jajarannya dalam melakukan penataan pedagang kaki lima tanpa menimbulkan penolakan. Bentuk pelayanan dan perlakuan terhadap pedagang ini menandakan hadirnya negara/pemerintah Muna dalam memberikan pelayanan kepada rakyat Muna. Sebagaimana ajaran Lakilaponto yang pertama bahwa negara harus tetap berdiri meskipun badan binasa. Kesedian pedagang untuk ditata ulang lokasi berdagangnya adalah sebuah bentuk pengorbanan rakyat bagi keutuhan negara.
Melalui rangkaian kegiatan menyambut tahun baru 2017 ini, yang ditandai dengan kepemimpinan baru Kabupaten Muna oleh LM Rusman Emba dan Malik Ditu, semoga menjadi penanda bagi mewujudnya ajaran-ajaran Lakilaponto di tanah Muna. Integrasi kehadiran Negara, kuatnya adat dan tegaknya agama yang terekam dalam rangkaian acara menyambut tahun baru 2017 di Kabupaten Muna, menjadi era baru kebangkitan Muna yang Kuat, Mandiri dan Bermartabat sebagaimana yang menjadi Visi besar dari kepemimpinan Rusman Emba-Malik Ditu selama periode 2015-2021. Semoga.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *