Perang Suriah: Jauh Api Dari Panggang

Perang Suriah: Jauh Api Dari Panggang

MUNABANGKIT – Pasca penaklukan Kota Aleppo oleh Tentara Arab Suriah yang dibantu oleh sekutu tradisionalnya Rusia, Iran dan Hezbollah, nampaknya konflik Suriah masih jauh dari perdamaian. Penyerahan Aleppo oleh kelompok-kelompok pemberontak kepada Pemerintah Suriah tidak serta merta menjadi tonggak penyelesaian Konflik Suriah secara menyeluruh. Kelompok ISIS serta kelompok pemberontak moderat lainnya seperti FSA masih menguasai beberapa wilayah strategis dan menjadi arena baru konflik antara berbagai pihak yang bertikai.

Kompleksitas konflik makin rumit ketika terjadi perubahan strategis pada koalisi yang turut bertarung di konflik Suriah. Turki yang sejak awal menjadi sekutu kuat AS dalam perang Suriah balik menjadi pendukung kuat Rusia dalam beberapa inisiasi-inisiasi local maupun global untuk mengakhiri konflik Suriah. Kudeta gagal di Turki, masalah ekstradisi tokoh oposisi Fethullah Gullen serta dukungan AS terhadap pada kelompok Kurdi Suriah telah memantik krisis diplomatik Ankara-Washington.

Perang diplomatik antara Washington dan Moskow juga turut mewarnai kompleksitas konflik Suriah. AS tidak bisa menerima begitu saja beberapa keberhasilan Rusia dalam memerangi Kelompok ISIS serta kelompok-kelompok radikal yang diindikasi kuat berada dibawah pengaruh AS dan koalisinya. Sebaliknya, Rusia selalu menuduh AS tidak berbuat banyak untuk memerangi kelompok ISIS, serta melindungi beberapa kelompok radikal seperti Front Al Nushra. Perang diplomatik ini memicu kegagalan inisiatif internasional dalam penyelesaian konflik Suriah seperti Pertemuan Jenewa I dan II.

Pertemuan Astana di Kazakstan pada 23 januari 2017 yang digagas oleh Rusia dan Turki akan menjadi cobaan sekaligus batu loncatan baru untuk penyelesaian konflik Suriah di masa mendatang. Jika inisiatif Astana berjalan sesuai rencana dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan strategis yang menguntungkan bagi semua pihak yang bertikai di Suriah, akan menjadi babak baru menciptakan perdamaian di Suriah. (AHM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *