Pembangunan dan Promosi Wisata Muna, Belajar dari Kunjungan Raja Salman
Foto : Presiden Jokowi menjemput Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusumah, by Sek. Presiden

Pembangunan dan Promosi Wisata Muna, Belajar dari Kunjungan Raja Salman

Kunjungan Raja Salman di Indonesia, 1 – 9 Maret 2017, mendapat perhatian dan sambutan yang luar biasa. Sambutan dari dari Presiden Joko Widodo terasa sangat istimewa. Inilah kali pertama Presiden Joko Widodo menjemput tamunya hingga tangga pesawat di Bandara Internasional Halim Perdanakusumah, Jakarta. Demikian pula, rakyat Indonesia mengelu-elukan Raja Salman dan para pangeran sepanjang jalan dari Bandara Halim menuju Istana Bogor. Mereka tidak beranjak sedikit pun ketika hujan lebat mengguyur kota Bogor hingga Raja Salman lewat. Suatu penerimaan yang sangat diapresiasi oleh Raja Salman dan seluruh delegasinya.

Mengapa demikian? Pertama, secara historis dan kultural kedua negara memang sangat dekat. Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Hampir semua masyarakat muslim Indonesia bercita-cita mengunjungi kota suci Makkah dan Madinah di Arab Saudi setidaknya sekali dalam hidupnya, baik untuk ibadah haji ataupun ibadah umrah.

Kedua, Arab Saudi merupakan salah satu negara kaya, yang selama ini banyak menginvestasikan kekayaannya di Eropa atau Amerika, sangat sedikit yang diinvestasikan di Asia termasuk Indonesia. Namun, Arab Saudi dalam kunjungan ke Indonesia berencana melakukan penjajakan untuk investasi di bidang infrastruktur, industri minyak dan gas, industri perikanan dan kelautan dan industri pariwisata. Dana yang akan diinvestasikan diperkirakan mencapai lebih dari 300 triliun rupiah! Sebuah angka yang sangat fantastis dan sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia yang sedang giat-giatnya membangun infrastruktur.

Ketiga, Pemerintah Indonesia sedang melakukan pembenahan dan promosi industri pariwisata dengan target jumlah wisatawan mencapai 20 juta orang per tahun pada tahun 2019. Kunjungan Raja Salman beserta para pangeran dan delegasi yang berjumlah sekitar 1500 orang di Pulau Bali tentu sangat membantu mempromosikan Indonesia setidaknya untuk wisatawan yang berasal dari Timur Tengah.

Lalu apa hunbungannya dengan Kabupaten Muna? Posisi Indonesia di antara negara-negara di dunia mirip dengan posisi Kabupaten Muna di antara daerah-daerah di Indonesia. Indonesia adalah negara yang sangat menarik yang ditopang oleh keindahan alamnya, ragam budayanya, keramahan penduduknya namun belum banyak dikenal di dunia.

Destinasi wisata Indonesia juga belum seluruhnya memberi kenyamanan bagi wisatawan karena kondisi sarana dan prasarana yang masih belum memadai. Saat ini, Presiden Joko Widodo sedang melakukan pembenahan infrastruktur pariwisata dengan membangun 10 kawasan wisata prioritas dalam rangka menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Demikian pula Kabupaten Muna. Saat ini, Bupati Muna L.M. Rusman Emba sedang giat-giatnya mempromosikan seluruh potensi wisata Muna, baik wisata alamnya, budayanya, sejarahnya, industri kerajinan dan pesona keindahan lainnya. Juga mempromosikan seluruh potensi yang dimilikinya, baik potensi pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan dan peternakan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna. Namun, terdapat sejumlah hambatan dalam merealisasikan cita-cita menjadikan Muna sebagai salah satu destinasi wisata prioritas di Kawasan Timur Indonesia. Salah satunya, infrastruktur pariwisata yang belum memadai, yang tentu akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membenahinya.

Pemerinta daerah tak henti-henti mempromosikan Muna baik di ibukota negara, ibukota provinsi maupun di kota lainnya. Setiap tamu yang datang di Kabupaten Muna, baik pejabat pemerintah pusat maupun swasta dijamu oleh pemerintah daerah dengan penuh keramahan. Pada setiap tamu yang datang tidak lupa untuk selalu memperkenalkan potensi yang dimiliki Muna. Seperti yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo terhadap Raja Salman.

Lalu, apa yang telah dan akan dilakukan pemerintah Kabupaten Muna? Sejak awal tahun 2017, Bupati Muna LM Rusman Emba, sedang giat-giatnya mempromosikan Muna dengan segala potensinya. Dalam bidang pariwisata, Bupati Muna mencangkan slogan ‘mai te wuna’, suatu ajakan untuk melihat keindahan Muna beserta seluruh potensi yang dimilikinya.

Rusman Emba juga mendukung sepenuhnya pembuatah film layar lebar ‘Jembatan Pensil’ yang menggunakan latar destinasi wisata Kabupaten Muna. Diharapkan dengan beredarnya film tersebut, akan semakin membuat Muna terkenal. Bahkan, bukan tidak mungkin, jika film ini berhasil, akan membuat Muna seperti Belitung yang mulai dikenal setelah keberhasilan film ‘Laskar Pelangi’. Belitung saat ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia.

Untuk mendukung tumbuhnya industri pariwisata Muna, Bupati Muna juga melobi Maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air untuk melayani penerbangan Raha-Makassar melalui Bandara Sugimanuru. Usaha tersebut disambut oleh kedua maskapai dengan antusias, namun sampai saat ini belum terealisasi karena menunggu ijin prinsip dari Kementerian Perhubungan. Diharapkan Bandara Sugimanuru dapat menjadi gerbang utama masuknya wisatawan dari luar daerah.

Pantai Meleura
Foto : Pantai Meleura Kabupaten Muna, by Laode Arman Latif/MUNABANGKIT.COM

Di samping itu, untuk mengeksplorasi seluruh potensi Wisata Muna, Bupati Muna dalam waktu dekat berinisiatif mengundang para fotografer handal Indonesia untuk mengeksplorasi seluruh daya tarik Muna, agar dapat dipromosikan dengan kulitas gambar yang baik. Dalam waktu dekat juga, pemerintah Kabupaten Muna akan mengadakan festival wisata berskala nasional di Pantai Bungin Pinungan, pantai berpasir putih yang indah di Pulau Towea.

Masyarakat Muna juga dapat berkontribusi dalam pembangunan industri pariwisata Muna, berupa (1) mempromosikan Muna dengan segala pesonanya kepada teman-teman dan jejaring yang dimiliki, (2) menjaga kebersihan dan keindahan kota dan obyek wisata, (3) menjaga keamanan dan ketertiban di Muna dan lingkungan sekitar obyek wisata, (4) senantiasa bersikap ramah dan santun kepada setiap tamu yang datang, (5) meningkatkan kreatifitas dalam mendukung industri pariwisata.

Kenapa industri pariwisata ini demikian penting dan jadi prioritas pembangunan Indonesia dan Kabupaten Muna? Pertumbuhan industri pariwisata biasanya diikuti oleh tumbuhnya industri-industri lainnya baik skala kecil maupun skala besar. Bersamaan dengan tumbuhnya industri pariwisata, juga tumbuh usaha-usaha skala kecil, industri kreatif, industri jasa transportasi, industri perhotelan, industri hiburan dan industri lainnya yang menyerap banyak tenaga kerja. Dengan tumbuhnya industri pariwisata, potensi-potnsi Muna lainnya juga akan semakin dikenal dan akan membuat investor tertarik untuk berinvestasi, yang pada akhirnya Muna akan maju pesat.

Semoga.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *