Muna dalam Setetes Tinta Couvreur (Bag. 4) “Para Penguasa Kerajaan Muna”
Foto :Upacara Adat Kerajaan Muna, by http://flickriver-lb-1710691658.us

Muna dalam Setetes Tinta Couvreur (Bag. 4) “Para Penguasa Kerajaan Muna”

Sistem ‘Politik” di Muna dikonstruksi oleh Couvreur dari awal pembentukan pemukiman sampai pemerintahan kerajaan. Penulis bisa membagi era kekuasaan di Muna berdasarkan catatan Couvreur ini dalam tiga periode yakni, (i) era kepemimpinan suku, di mana sistem politik dan pembagian kekuasaan masih sederhana dan bisa dikategorikan dalam pemerintahan suku; (ii) era pemantapan kekuasaan dimana terjadi pemekaran wilayah, pemekaran jabatan, dan rekonsiliasi kekuasaan antara para pemimpin lokal); (iii) era kerajaan, dimana para pemimpin mulai menggunakan gelar lakina atau raja dan pembentukan struktur kelembagaan yang kompleks, diantaranya adalah sara muna, yakni sejenis lembaga syura); (iv) era pemerintahan kolonial dengan ‘otonomi’ penyelenggaraan pemerintahan kerajaan oleh penguasa Muna.

Catatan dibawah ini adalah silsilah penguasa Muna sejak era tradisional sampai era pemerintahan pasca colonial yang dirangkum dari catatan Couvreu di Bab 2.

  1. Singkakabu (era kepemimpinan suku)
  2. Sugi Lambano (Penguasa pertama Muna yang bergelar Sugi atau “Tuan”)
  3. Sugi Patani
  4. Sugi La Ende
  5. Sugi Manuru (era pemantapan menuju sistem pemerintahan kerajaan)
  6. La Kilaponto (penguasa pertama yang menggunakan gelar omputo ‘Tuan Raja’.)
  7. La Pusaso
  8. Rimpeisomba
  9. La Titakono
  10. La Ode Kaindea, putra Titakono.
  11. La Ode Tuga, putra La Ode Kaindea.
  12. La Ode Huseini, kapitalao di Buton, putra La Ode Tuga.
  13. La Ode Pontimasa, kapitalao Wawoangi di Buton.
  14. La Ode Haerum Baradhai, putra La Ode Huseini.
  15. La Ode Umara, adik Haerum Baradhai.
  16. La Ode Murusali, adik La Ode Umara.
  17. La Ode Tumowu, kapitalao Lakologou di Buton, putra seorang Sultan Buton (namanya tidak dikenal2). La Ode Tumowu menikah dengan Wa Ode Aisa, putri Haerum Baradhai (nomor 5).
  18. La Ode Ngkumabusi, putra kino Lolibu di Buton. Menikah dengan cucu La Ode Huseini (nomor 3).
  19. La Ode Ete, putra Daeng Marewa, lakina Tiworo dan Wa Ode Kadingke, putri kapitalao Lasehao, La Ode Zainulabudina, putra Laode Huseini (nomor 3).
  20. La Ode Sumaeli, putra La Ode Murusali (nomor 7).
  21. La Ode Malei, putra pejabat tinggi di Buton.
  22. La Ode Bulai, putra La Ode Ete (nomor 10).
  23. La Ode Ngkada, kapitalao
  24. La Ode Ali (kapitalao Buton)
  25. Bhonto Balano La Aka (pejabat pemerintahan)
  26. La Ode Kaili
  27. La Ode Ahmad
  28. La Ode Rere
  29. La Ode Dika (Sejaman dengan masa pemerintahan Jules Couvreu sebagai kontroler van afdeling Muna)

Raja-raja Muna berikutnya pasca penugasan Couvreur Tahun 1935 tidak terekam dalam catatan ini. Diakhir catatan ini, Couvreu menjelaskan bahwa istilah lakina atau raja tidak lazim dikenal dalam istilah kebudayaan Muna. Dari segi kebudayaan, orang Muna lebih cenderung menggunakan istilah kino, sugi, atau omputa sebagai term yang merujuk kepada pelabelan pemimpin di daerahnya.

Semoga catatan ini bisa dilengkapi oleh anak muda Muna yang peduli dengan sejarah dan budayanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *