Muna Bangkit Melalui Pariwisata

Muna Bangkit Melalui Pariwisata

Kabupaten Muna memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan, mulai dari wisata alam, wisata bahari, wisata pantai, wisata danau, wisata gua dan wisata air terjun serta mempunyai tarian tradisional dan atraksi budaya seperti layang-layang tradisional (kaghati) dan perkelahian kuda yang dapat menunjang sektor pariwisata.

Berbagai objek pariwisata tersebut dalam pengembangannya masih mendapat hambatan mulai dari sarana prasarana pendukung, manajemen pengelolaan hingga promosi pariwisata yang masih kurang.

Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, Rusman Emba dalam pemerintahannya fokus untuk mengembangkan sektor pariwisata. Hal tersebut sejalan dengan visinya yakni “adanya kebijakan pemerintah daerah yang dapat menopang peningkatan ekonomi masyarakat pada sektor-sektor usaha produktif”. Salah satu program yang telah dicanangkan adalah melakukan penataan dan pembangunan infrastruktur serta sarana prasarana penunjang pariwisata agar wisatawan yang berkunjung ke lokasi tujuan wisata bisa menikmati keindahannya dengan rasa nyaman dan aman.

Salah satu program yang sudah di inisiasi guna mendukung destinasi wisata adalah mengaktifkan Bandara Sugimanuru dalam waktu dekat ini. Keberadaan bandara tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan para wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke Muna sebagai daerah tujuan wisata. Ditambah lagi dengan adanya keterbukaan informasi dan komunikasi yang terus meningkat dapat membuka peluang bagi promosi destinasi pariwisata dan tentunya dapat menyerap tenaga kerja lokal.

Seperti kita ketahui bersama bahwa ketersediaan SDM di kabupaen Muna sangat banyak. Berdasarkan data BPS 2016 Kabupaten Muna dalam angka bahwa penggangguran di Kabupaten ini mencapai 6 577 orang atau sekitar 5 persen. Angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan diharapkan dapat terserap dalam sektor pariwisata yang saat ini sedang digarap oleh Bupati Muna.

Selain membuka peluang kerja baru bagi para pencari kerja yang terus meningkat setiap tahun, juga dapat meningkatkan Pendapatan asli Daerah (PAD). Hingga saat ini PAD kabupaten Muna yang dirilis oleh BPS Kabupaten dalam Angka Tahun 2016 baru mencapai Rp 39,21 Miliar, kondisi ini masih jauh dari target yang direncanakan. Jika sektor pariwisata Muna berkembang pesat maka tidak dipungkiri target pendapatan pajak dan retribusi daerah secara otomatis akan ikut meningkat.

Pengembangan destinasi wisata Muna yang digagas oleh Rusman Emba sangat sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk menarik wisatawan manca negara sebanyak 15 juta orang yang akan berkunjung ke Indonesia dan mendorong peningkatan wisatawan nusantara sebanyak 256 juta orang.

Dalam upaya mendukung program pemerintah pusat tersebut perlu dilakukan pemerataan destinasi wisata dan sumberdaya bagi semua daerah tujuan wisata yang ada di seluruh Indonesia. Dalam hal ini pemerintah pusat dan provinsi juga harus memberikan perhatian yang sama kepada semua daerah. Sehingga tidak terdapat kesenjangan pertumbuhan wisata antar daerah. Penumbuhan kawasan wisata baru daerah menjadi jalan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah Muna. Keberpihakan untuk menumbuhkan potensi wisata daerah merupakan salah satu strategi mengurangi tingkat kesenjangan ekonomi antara pusat dan daerah.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *