Memahami Logika “CEO-Teknokrat” Rusman Emba
Foto: Bupati Rusman Emba, by Majalah National Geographic

Memahami Logika “CEO-Teknokrat” Rusman Emba

Apa yang diinginkan seorang pemimpin dalam menata kelola daerahnya untuk mewujudkan visi kesejahteraan bagi rakyatnya. Tentu modal sumberdaya sebagai pondasi untuk menggerakan aktifitas birokrasi dengan segala kebutuhan pencapaian program di masing-masing sektor. Pendekatan sumberdaya ditekankan pada kemampuan mengelola dan memanfaatkan potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang dimiliki daerah. Kita paham, bahwa kawasan Muna identik dengan dua potensi sumberdaya yakni potensi hutan jati dan potensi perikanan laut.

Ironisnya, Kabupaten Muna dibawah kepemimpinan Rusman Emba dihadapkan pada situasi yang kurang menguntungkan: Pertama, terbitnya UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang telah mengalihkan kewenangan pengelolaan urusan kehutanan dan kelautan kepada Pemerintahan. Kedua, kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Muna yang masih tergolong rendah dibandingkan dengan daerah-daerah otonomi lain di wilayah Sulawesi Tenggara. Ketiga, rendahnya PAD untuk mendukung rencana-rencana pembangunan Muna. Kondisi ini makin dipersulit dengan menurunnya potensi sumberdaya alam seperti degradasi hutan jati.

Situasi ekstrim ini membutuhkan sosok seorang teknokrat berwawasan CEO (Chief Executive Officer) yang mampu menciptakan peluang-peluang strategis ditengah tantangan dan hambatan yang dihadapi. Dalam logika seorang CEO, selalu ada peluang ditengah hambatan dan tantangan yang muncul. Dalam bahasa motivasi usaha, selalu ada pelangi pasca hujan lebat dan kilat yang menyambar.

Gebrakan Seorang CEO Teknokrat

Menghadapi hambatan dan tantangan multi dimensi diatas, beberapa gebarakan jangka pendek yang dilakukan adalah: Pertama, penguatan pembangunan SDM dilakukan dengan tiga gebrakan utama dalam seratus hari aktifitasnya sebagai seorang bupati, (i) mempercepat penyelesaian pembangunan Masjid Al Munajat sebagai simbol utama melakukan revolusi akhlak. Akhlak dalam term yang sama pada ilmu tata kelola pemerintahan adalah mental. Maka gebrakan ini menjadi momentum mensinergiskan agenda revolusi mental pemerintahan Jokowi dari ranah local. (ii) Mempercepat penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang juga masih belum selesai dibangun ketika terjadi transfer kekuasaan ke tangan Rusman Emba. (iii) Menargetkan pembangunan sebuah perguruan tinggi multi disiplin di wilayah Muna untuk pengembangan SDM lokal dan wilayah sekitarnya sebagai program prioritas pemerintahannya.

Kedua, dampak pemberlakukan undang-undang pemerintahan daerah yang baru tidak serta merta mematikan kreatifitas seorang Rusman Emba dalam menggenjot perekonomian daerah. Sebagai mantan pengusaha, logika CEO digunakan untuk keluar dari jebakan kevakuman pemanfaatan potensi dan aset daerah. Salah satu jalan keluar yang dilakukan adalah mengembangkan potensi pariwisata daerah, sektor yang lagi trend ditingkat global maupun nasional. Pengembangan Sektor Pariwisata menjadi program unggulan Bupati Rusman Emba selama masa kepemimpinan lima tahun ke depan. Melalui slogan “Mai te Wuna” atau Ayo ke Muna, Rusman Emba menggerakan semua sumberdaya daerah agar mewujudkan Muna sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik sebanyak mungkin pengunjung domestik dan manca negara datang mengunjungi daerahnya.

Gebrakan brilian pertama yang dilakukan adalah menghubungkan semua jejaring lokal dan nasional yang terkait pengembangan pariwisata untuk mewujudkan visi unggulan di atas. Misalnya, mengundang wartawan dan fotografer majalah internasional The National Geographic untuk berkunjung ke Muna dan mengelaborasi potensi wisata kemudian dipromosikan ke pembaca setianya diseluruh dunia. Beliau juga aktif mengikuti forum-forum kordinasi pariwisata level daerah (provinsi) dan pusat. Visi strategis ini akan paralel dengan tumbuhnya kunjungan wisata di wilayah-wilayah tetangganya seperti Wakatobi dan Buton.

Ketiga, mengakselerasi pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata seperti rencana pengoperasian kembali Bandar Udara Sugimanuru, pengembangan kapasitas pelayanan pelabuhan laut Kota Raha, serta penataan kawasan perkotaan agar menarik dan atraktif untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Setidaknya gebrakan-gebarakan dari Bupati Muna yang baru terpilih Rusman Emba telah menunjukan hasil yang baik, seperti peresmian Masjid Al Munajat maupun kampanye destinasi wisata di tingkat lokal, nasional, dan global, meskipun belum cukup untuk menggambarkan catatan keberhasilan dari seorang pemimpin yang baru menjabat kurang dari setengah tahun.

Belajar dari kepemimpinan Rusman Emba yang mampu berinovasi ditengah perubahan situasi ekstrem pada level nasional dan global serta dinamika pembangunan daerah yang kompleks, nampaknya beliau sedang mempraktekan seni kepemimpinan seorang CEO, yang tentunya diramu dengan kepiawaian seorang teknokrat dalam menata kelola pemerintahannya.

Penulis yakin bahwa dengan kerjasama multi pihak dan multi level juga dukungan masyarakat Muna, visi Rusman Emba untuk mewujudkan kesejahteraan dan mengejar ketertinggalan Muna dari daerah lainnya, khususnya di Sulawesi Tenggara dapat terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *