Masjid Al Munajat dan Kebangkitan Muna

Masjid Al Munajat dan Kebangkitan Muna

Memenuhi salah satu janji dalam kampanye politik Pemilukada Kabupaten Muna Periode 2016-2022, Bupati Laode Muhammad Rusman Emba langsung melakukan aksi afirmatif dengan merampungkan pembangunan Masjid Al Markaz Al Islam Al Munajat yang sempat terbengkalai pembangunannya selama tiga tahun. Masyarakat Muna yang memiliki sejarah Islam sangat tua yang bersenyawa dengan tata nilai dan budaya, menanggapi gebrakan sang bupati dengan harapan dan doa.

Masjid Al Munajat memiliki akar sejarah yang panjang, setua kehadiran Agama Islam di Tanah Muna. Dalam situs kementerian Agama RI1 disebutkan bahwa Masjid pertama di bangun pada masa pemerintahan Latitakono sebagai raja Muna X (1600-1625). Menurut LD Sirad Imbo (tokoh adat muna), masjid yang di bangun raja tersebut masih sederhana dan bersifat darurat. Dengan susunan kepengurusan mesjid yang berjumlah delapan orang yang terdiri dari, satu orang imam, dua orang khatib, dan lima orang moji. Masjid agak besar dibangun pada era pemerintahan Raja Laode Huseini dengan gelar Omputo Sangia (1716-1757).

Masjid Agung Kota Muna baru dibangun secara permanen sekitar tahun 1933 oleh Raja Laode Dika (1930-1938), maka Laode Dika diberi gelar komasigino (pemilik mesjid). Ketika Bupati Muna dijabat Maola Daud pada tahun 1980-an, bangunan mesjid tua itu di rombak total ukuran dan bentuknya. Sementara dimasa Bupati Ridwan Bae  (2000-2005), bangunan mesjid itu di rombak lagi untuk dikembalikan kebentuk asalnya.

Mayoritas masyarakat Muna merupakan pemeluk Islam yang sangat taat dalam beragama. Sementara masjid telah menjadi pusat kegiatan keagamaan serta syiar Islam di Tanah Muna dan sekitarnya, sehingga tidak berlebihan jika disematkan dengan nama lengkap Masjid Al Markaz Al Islam Al Munajat. Kehadiran masjid ini diharapkan menjadi pondasi awal gerakan revolusi akhlak dalam menyongsong kebangkitan Muna di era modern. Gerakan revolusi akhlak akan menjadi bagian dari Gerakan Revolusi Mental yang sebelumnya telah dicanangkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK dalam mewujudkan masyarakat yang aman, adil, dan sejahtera.

Peresmian Masjid ini dilakukan di awal tahun 2017 sebagai proyeksi semangat pembangunan Kabupaten Muna. Catatan pembangunan Kabupaten Muna telah ditorehkan oleh bupati baru Kabupaten Muna dengan kalimat dzikir dan shalawat yang bergema sepanjang acara peresmian. Lembar pertama rencana pembangunan Kabupaten Muna di awal 2017 ini akan menjadi spirit bagi pembangunan dan pengembangan sektor-sektor publik lainnya seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, ekonomi, social, dan lainnya.

Dari sisi landskap, kehadiran Masjid Al Markaz Al Islam Al Munajat di Kota Raha juga menjadi ikon Kota Raha. Masjid yang berdiri megah di tepi pantai ini menjadi penanda kebangkitan muna di masa depan. Layaknya kehadiran sebuah masjid ditengah masyarakat, selain membangkitkan kesadaran religi, juga akan membangkitkan sisi-sisi lain dari aktifitas masyarakat seperti wisata religi, kuliner, pendidikan, serta UMKM. Gebrakan Bupati Muna yang baru, Laode Muhammad Rusman Emba dalam mempercepat penyelesaian Masjid Al Markaz Al Islam Al Munajat telah membangkitkan kebanggaan dan rasa persaudaraan di kalangan masyarakat.

Diharapkan, kemegahan arsitektur bangunan masjid ini akan diikuti dengan kemeriahan dari kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan ke depan, sehingga makin mempercantik dan meramaikan kehadiran masjid ditengah kota untuk mendorong kebangkitan agama, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.

—————————————————————————
1 http://simas.kemenag.go.id/index.php/profil/masjid/96074/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *