“Kontu Kowuna” (Batu Berbunga) sebagai Icon Muna
Foto : Masjid Kota Lama Muna, by http://id.geoview.info

“Kontu Kowuna” (Batu Berbunga) sebagai Icon Muna

Setiap daerah di Kepulauan Indonesia ini memiliki “icon” yang membuat daerah tersebut dikenal di dunia internasional maupun dalam negeri sendiri. Beberapa daerah bahkan telah menjadi terkenal hingga ke manca negara akibat icon tersebut. Icon itu menjadi terkenal dan unik karena hanya ada di daerah itu dan tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia bahkan di dunia. Contohnya: hewan sisa purba Komodo hanya ada di pulau Komodo, NTT, bunga Bangkai hanya ada di pulau Sumatera khususnnya di Bengkulu dan Jambi, atraksi mayat berjalan di kenal di Toraja, Sulawesi Selatan bahkan kayu Cendana terkenal di NTT. Bahkan di masa silan rempah-rempah menjadi icon kepulauan Nusantara sejak Mesir Kuno, Romawi, Babylonia, Persia dan Mesopotamia.

Lantas apa yang bisa jadi icon Pulau Muna yang bisa membedakan dengan daerah lain, dan barangkali hanya ditemukan di Pulau Muna? Jawabannya: Kontu Kowuna (Batu Berbunga). Secara ekologis, maupun geologi, batu berbunga bisa saja terjadi karena proses pengangkatan terumbu karang melalui proses pergesekan lempeng. Hal ini penulis telah uraikan di artikel sebelumnya berjudul “Misteri Batu Berbunga dan Perahu Sawerigading”. Yang penulis ingin usulkan agar pemerintah daerah Muna menjadikan Kontu Kowuna sebagai icon pulau Muna. Amat mungkin kita menyebut Pulau Muna sebagai “Bumi Kontu Kowuna” (Bumi Batu Berbunga). Orang akan penasaran apa betul ada batu berbunga? Inilah yang menjadi ketertarikan orang untuk datang ke pulau Muna untuk melihatnya, meneliti atau bahkan mempelajari mengapa ada batu yang menghasilkan bunga(kembang)?

Hal ini disebabkan bahwa di dunia kemungkinan hanya ada di pulau Muna ada batu yang berbunga. Tentu, untuk memberi pengetahuan orang yanng berkunjung ke destinasi batu berbunga ini jika dijadikan daerah wisata, maka perlu dukungan dokumen penjelasan secara ilmiah maupun legenda sejarah secara tertulis terkait hal ini. Penjelasan secara ilmiah akan lebih baik jika mulai saat ini dilakukan penelitian oleh pihak perguruan tinggi dari Universitas Haluoleo Kendari khususnya jurusan geologi dan penelitian kisah legenda (situsnya) terkait arkeologi. Hasilnya, akan dijadikan tulisan singkat yang jadi bahan penjelasan di lokasi tersebut jika ada pengunjung baik dari domestik maupun manca negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *