Kain Tenun Muna, Unik dan Mendunia
Foto : Ibu Yanti Setiawaty Rusman Emba sedang menunjukkan salah satu corak kain tenun Muna pada Gelat Teknologi Tepat Guna Nasional ke XVIII di Mataram, by Arman/MUNABANGKIT.COM

Kain Tenun Muna, Unik dan Mendunia

Membuat Kain Tenun Muna membutuhkan kesabaran, ketenangan jiwa dan hati yang bersih. Masyarakat Muna mempercayai bahwa kondisi kejiwaan penenun saat bertenun akan menentukan motif yang akan dihasilkan. Merangkai motif merupakan pekerjaan yang rumit dan penuh ketelitian. Begitu rumitnya membuat motif, pengerjaan satu sarung Tenun Muna dapat menghabiskan 4-7 hari.

Dalam kebudayaan kain tenun Muna, dikenal beberapa motif yang mempunyai nama dan makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Motif-motif kain tenun Muna juga ditentukan oleh tingkat kesulitannya. Berdasarkan tingkat kesulitan dalam pembuatan motif ini, dikenal beberapa motif tenun Muna seperti Bhotu, Bharalu, Gunung-gunung, Jhalima, Kambeano bhanggai, Lejha, Kaparanggigi, Bhia-bhia, Paghino toghe, Katamba gawu, Kapadodo, Lante-lante, Kabarino, Finding konini dan Manggo-manggo. Tingkat kesulitan pembuatan sarung tenun ini diukur dari seberapa banyak bunga atau corak yang disematkan pada sarung tenun, termasuk juga variasi warna yang digunakan.

Sarung Tenun Muna menjadi simbol status di dalam kehidupan masyarakat. Menurut beberapa hasil penelitian, pada masyarakat Muna terdapat beberapa stratifikasi tingkatan masyarakat.  Golongan pertama disebut Kaomu (golongan bangsawan); kedua, golongan Walaka (golongan adat); ketiga, golongan Sara (pemuka adat).  Pada setiap tingkatan itu ada corak dan makna sarung tenun pada setiap stratifikasi sosial yang ada.  Demikian halnya, individu-individu dan jenis kelamin, ditunjukkan dengan corak dan warna tertentu, seperti untuk anak gadis, anak laki-laki, orang tua, janda atau duda, semuanya berbeda dan mempunyai corak dan warna yang khas.

Golongan Kaomu biasa menggunakan motif Bhotu dan Samasili. Golongan Sara biasa menggunakan motif Bharalu dan Manggo-manggopa.  Sedangkan golongan Walaka biasa menggunakan motif kaso-kasopa, Lejha, Bhia-bhia dan Finding konini.

Cara pemakaian sarung Muna pun berbeda untuk masing-masing golongan. Golongan Kaomu, biasa menggunakan sarung di atas lutut.  Semakin ke atas pemakaian sarungnya, menunjukkan semakin tinggi kelas sosialnya, demikian sebaliknya. Golongan sara, biasanya menggunakan sarung di bawah lutut. Panjang kain sarung lebih kurang 2 cm di bawah lutut.  Sedangkan pada Walaka, biasanya menggunakan sarung sejengkal dari bawah lutut atau sekitar 30 cm di bawah lutut.

 Pemasaran

Kain tenun Muna biasanya tidak hanya dipasarkan di lokal Muna saja, tetapi sudah pada tingkat Propinsi (Sulawesi Tenggara) maupun propinsi tetatangga lainnya, bahkan sudah menasional dan mendunia. Sejak tahun 2011, produk tenun Muna ini sudah banyak dipasarkan menggunakan media sosial dan sudah menembus pasar luar negeri.  Beberapa negara yang selama ini menjadi pembeli Tenun Muna ini tercatat seperti Eropa, Amerika Serikat, Jerman, Denmark, Perancis, Qatar, Brunei Darussalam dan beberapa negara Asia lainnya. Daya tarik pembeli baik lokal maupun luar negeri, rata-rata karena kekhasan motif dan corak dari kain tenun Muna ini yang tidak ditemukan pada kain tenun daerah lainnya. Kain tenun Muna biasa dibandrol dengan harga ratusan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung pada bentuk motif dan jalur coraknya. Semakin bagus dan rumit motif dan coraknya, harganya semakin mahal.

Membangkitkan Kebudayaan Kain Tenun Muna

Sebagai sebuah produk kebudayaan yang saat ini keberadaannya mulai tergerus oleh arus kebudayaan dan mode modern, maka seyogyanya pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat Muna umumnya lebih aktif mengembangkannya sebagai salah satu warisan dan kekayaan tradisi Muna. Kain Tenun Muna ini juga dapat menjadi alat pembangunan ekonomi lokal dan daerah.  Umar Kayam dalam Atiru (1992) menyatakan bahwa Kebudayaan asli dapat dan harus dijadikan sebagai media atau alat untuk pembangunan dikarena karena tiga alasan : 1) Unsur-unsur budaya mempunyai legitimasi tradisional di mata orang-orang yang menjadi sasaran program pembangunan; 2) Unsur-unsur budaya secara simbol merupakan bentuk komunikasi paling berharga dari produk setempat; 3) Unsur-unsur budaya mempunyai aneka ragam fungsi (terwujud maupun yang terendam) yang sering dinyatakan sebagai sarana yang paling berguna untuk perubahan dibandingkan dengan yang tampak dipermukaan jika hanya dilihat dalam kaitan dengan fungsinya yang terwujud saja.

Kain Tenun Muna
Foto : Berbagai corak kain tenun Muna, by Arman/MUNABANGKIT.COM

Pada akhirnya, kejayaan peradaban sebuah bangsa dan masyarakat akan kembali kepada sejauhmana bangsa/masyarakatnya mampu menghargai dan memelihara peradabannya sendiri.  Dengan modal kepemimpinan Baru Rusman Emba dan alik Ditu yang baru saja dilantik, maka saatnya mengembalikan era kejayaan salah satu teknologi tekstil Nusantara yaitu membangkitkan kebudayaan Kain Tenun Muna. Tentu, yang paling berat adalah menghidupkan kembali tradisi bertenun di kalangan masyarakat dan untuk selanjutnya mengelolanya dengan modal sosial dan kearifan lokal yang ada serta memanfaatkan kemajuan teknologi modern baik dalam pengolahan maupun pemasarannya tanpa harus kehilangan identitas dan akar budaya setempat.  Jika hari ini kita melihat perkembangan teknologi tekstil dan pakaian banyak berasal dari Eropa dan Amerika, maka bisa jadi karena adanya pertukaran barang dan manusia dari bangsa-bangsa tersebut yang pernah menguasai Nusantara dengan segenap kekayaan kebudayaannya, termasuk kebudayaan tenun Muna. Indonesia selama ini dikenal sebagai target konsumen produk-produk luar negeri, maka dengan kekayaan pengetahuan tenun kita, termasuk tenun Muna, kita harus bangkit menjadi bangsa produsen.  Salah satunya jalannya adalah menghidupkan kembali kebudayaan lama Nunsatara dan teknologi yang pernah dikuasai bangsa Indonesia yaitu pembuatan kain tenun.  Dalam konteks menjadi bangsa produsen, maka era kebangkitan tenun-tenun lokal haruslah menjadi salah satu pilihan jalan pembangunan yang mesti diperhatikan dan difasilitasi keberadaannya oleh pemerintah.  Kain Tenun Muna untuk itu siap menjadi produk yang layak diandalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *