Jejak Peradaban Atlantis di Pulau Muna (2)
Ilustrasi : Peradaban Atlantis

Jejak Peradaban Atlantis di Pulau Muna (2)

Kayu Jati Muna

Apa hubungan kayu jati di pulau Muna dengan melacak jejak Atlantis di kepulauan Nusantara? Para ahli juga ada yang mensinyalir bahwa peradaban Atlantis sejaman atau dekat dengan masa hidupnya Nabi Nuh AS. Baik sesudah maupun sebelum terjadinya banjir besar yang melanda bumi, diduga oleh para ahli sebagai proses mencairnya es di kutub.  Akibat peristiwa tersebut membuat wilayah Sundaland yang semuanya adalah daratan luas (berupa benua) yang oleh Prof. Santos dan Prof. Oppenheimer sebagai benua Atlantis yang hilang itu.

Ada hal menarik yang perlu diungkap terkait kapal Nabi Nuh AS yang menurut penelitian para ahli terbuat dari kayu jati dan menyimpulkan berasal dari kayu jati di pulau Jawa. Pertama, Hasil penelitian para arkeolog Turki dan China menyebutkan, bahwa kayu jati yang digunakan untuk membuat kapal Nabi Nuh (Noah) merupakan kayu jati purba yang berasal dari Pulau Jawa. Temuan ini di dasarkan pada temuan situs arkeologis tahun 1949, benda mirip kapal di atas Gunung Ararat Turki pada ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter).

Situs arkeologis ini diduga sebagai situs kapal Nabi Nuh AS yang awalnya ditemukan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat melalui pemotretan data satelit Ikonos, milik Amerika Serikat pada 1999-2000.  Kemudian hasil penelitian ini dimuat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 meter. Lalu, penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS. (The Noahs Ark) terus berlanjut hingga kini.

Apa kaitannya dengan jati Muna? Jika kita sepakat bahwa jati Muna adalah ada di tanah Muna sejak masa pra sejarah artinya bisa juga sumber kayu perahu Nabi Nuh bukan hanya dari jati Jawa melainkan juga berasal dari jati di tanah Muna. Hal ini ada kaitannya dengan lukisan gua-gua di pulau yang menampilkan gambar “perahu”.

Kedua, penelitian lanjutan terkait situs kapal Nabi Nuh ini dilakukan oleh gabungan peneliti arkeolog-antropologi China dan Turki yang beranggotakan 15 orang. Mereka juga sekaligus sebagai tim pembuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS. Mereka berhasil menemukan bukti baru berupa artefak dan fosil-fosil berupa serpihan kayu kapal, tambang, dan paku. Hasil uji laboratorium Noahs Ark Minesteries International, China-Turki, yang dilakukan melalui serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan dan memperkuat bukti bahwa fosil kayu kapal Nabi Nuh AS tersebut berasal dari kayu jati purba yang ada di Pulau Jawa.

Hasil uji lanjutan dari berbagai sampel kayu purba dari berbagai negara dan memastikan bahwa fosil kayu jati dari situs di Turki tersebut secara meyakinkan berasal dari kayu jati purba di pulau Jawa.  Hipotesis penulis menduga bahwa bisa saja kayu jati itu berasal juga dari jati purba di pulau Muna karena berdasarkan hasil kunjungan di laboratorium lapangan geologi Universitas Negeri Gorontalo di Gorantalo akhir tahun 2016 lalu telah ditemukan situs arkeologis fosil-fosil segala macam jenis kayu yang umurnya diperkirakan 2,5 juta tahun. Artinya, di pulau Muna sejak era peradaban Atlantis maupun yang lebih tua Lemuria, sesungguhnya jati sudah ada dan tidak mungkin bisa ditemukan fosil kayu di Gorontalo tersebut. Apa pasalnya, karena fosil-fosil kayu itu tidak mungkin semuanya berasal dari daerah itu. Bisa saja berasal dari daerah Sulawesi lainnya termasuk di pulau Muna. Apalagi di pulau Muna juga ditemukan situs dan fosil berbentuk perahu di Bahutara yang sebelumnya penulis sebut masih misteri.

Terakhir, penulis ini mengemukakan pertanyaan ilmiah bahwa apakah situs-situs arkeologis dan eksistensi kayu jati Muna merupakan bagian dari peradaban Atlantis yang hilang itu? Untuk mengungkap soal ini tidak ada cara lain selain pemerintah maupun institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara termasuk di Kabupaten Muna berinisiatif untuk mendorong riset, karena akan membuka tabir-tabir yang kian makin jelas terkait Atlantis yang membenarkan bahwa itu adalah Indonesia. Wallahu alam bishawab.

Baca Juga :

Jejak Peradaban Atlantis di Pulau Muna (1)

Misteri Batu Berbunga (Kontu kowuna) dan Perahu Sawerigading

 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *